Sheba | APA FOKUS HIDUPMU ?
22733
post-template-default,single,single-post,postid-22733,single-format-standard,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.7,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

APA FOKUS HIDUPMU ?

APA FOKUS HIDUPMU ?

Beberapa waktu yang lalu, guru kita, ustadz Ismail Yusanto memberikan kuliah singkatnya yang begitu berkesan.

Rasulullah saw berpesan bahwa hidup kita di dunia itu seperti seorang musafir yg istirahat di bawah pohon, lalu melanjutkan perjalanan lagi. pesan ini berdasarkan hadits hasan shahih riwayat ahmad, tirmidzi, ibnu majah dan al-hakim.

Oleh karenanya, jika dibandingkan hidup di akhirat, maka hidup di dunia tentu sangat sesaat. oleh karenanya, pikirkan sungguh-sungguh: apa fokus hidupmu?

Apa jawabanmu?

Bahagia di dunia pun tak selamanya, karena terkadang pun sedih melanda. dan kita tahu, semua yang ada pada diri kita, pasti ditinggalkan juga.

Lalu apa fokus hidupmu?

Jawaban shahih adalah: khoiru az-zadit taqwa. yakni mempersiapkan sebaik-baik bekal: taqwa.

Inilah yang akan menentukan disisi mana kelak dihadapan Allah ta’ala.

Apakah sisi: ashabul yamin / jannah (golongan kanan) atau ashabul simal / naar, neraka (golongan kiri).

Oleh karenanya, kita mesti faham. jaminan dapat masuk ashabul yamin / jannah tak lain adalah taqwa.

Maka,

Berbahagialah jika kelak masuk surga zumaro: masuk surga dengan berkelompok orang bertaqwa. taqwa mulai dalam keluarga, taat dalam kerja, muamalah, masyarakat, negara, dunia.

Sekali lagi, kunci sukses dunia dan akhirat mendapat keberkahan langit dan bumi adalah TAQWA.

Dengan taqwa menghasilkan hidup yang berkah. hidupnya ziyadatul khayr, hidupnya selalu bertambah kebaikan. menjadi penebar kebaikan. penebar dakwah.

Iman dan taqwa jadi tujuan. penuh kebaikan. fokus hidupnya ada dalam dakwah. mengubah dan mengajak kepada iman dan taqwa. bukan mementingkan diri sendiri.

Jika dakwah, maka hidup kita untuk memerhatikan orang lain. tidak sempurna iman, sebelum mencintai saudaranya. lezatnya ibadah, lezatnya dakwah. dakwah bagaimana rasulullah berdakwah. mencintai rasulullah berarti mencintai aktivitas dakwah.

Kecintaan kepada rasul saw dengan cara meminta keberkahan dan bershalawat untuknya. cinta rasul sekaligus kepada nabi ibrahim as. benchmark-nya ke nabi ibrahim as.

Ada apa dengan nabi ibrahim as?

Didalam diri rasul saw ada teladan. didalam diri nabi ibrahim juga ada teladan.

Ada teladan pada diri nabi ibrahim. apa keteladanannya? kenapa berkahnya jd benchmark? karena:

1) Nabi ibrahim menunjukkan ketaatan puncak kepada Allah. setinggi-tingginya. dengan wahyu untuk menyembelih putranya.

2) Nabi ibrahim diperintahkan meninggalkan istri dan anaknya: siti hajar dan ismail. ditempat yang tidak ada sesuatupun dan seorangpun. hampir mustahil. kecuali atas pertolonganNYA.

Ketaatan puncak nabi ibrahim ini tidak masuk akal. inilah teladan yang luar biasa.

Inilah yang menjadikan dakwah itu kadang tidak masuk akal. tak takut siapapun. berani dengan apapun. karena dakwah adalah urusan taat kepada Allah. bukan dengan siapapun. urusan nasibku dengan Allah.


Catatan singkat saat menyimak tauziyah dari Ustadz Ismail Yusanto, Tangerang 8 September 2019

No Comments

Post a Comment