Sheba | SEPERTI APA CONTOH AKAD BATIL DAN FASAD DALAM ISLAM?
22760
post-template-default,single,single-post,postid-22760,single-format-standard,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.7,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

SEPERTI APA CONTOH AKAD BATIL DAN FASAD DALAM ISLAM?

SEPERTI APA CONTOH AKAD BATIL DAN FASAD DALAM ISLAM?

Oleh: Prio Agung (CEO Sheba)

Dear Sahabat Muslim,
Era bisnis digital yang dikenal Industry 4.0 kini memungkinkan semua berubah dari Traditional to Online. Kemudian dikenal lebih lanjut bagaimana O2O, baik Offline to Online, maupun yang Online to Offline agar saling menguatkan lini bisnisnya.

Perubahan perilaku membeli sekaligus media juga berubah, ternyata menyisakan berbagai permasalahan fikih kontemporer. Lahir berbagai layanan bisnis dalam transaksi yang baru meniscayakan kajian mendalam. Kita tentu bertanya-tanya, “Apakah transaksi ini itu diperbolehkan dalam Islam? Apakah ini halal? Apakah ini haram?”

Sama seperti Anda, saya pun demikian. Berhati-hati dalam melakukan keputusan pembelian, melakukan akad bisnis dan transaksi jual beli, semata-mata ingin memastikan bahwa apa yang kita lakukan benar-benar tak menyalahi ketentuan syariah.

Pada tulisan sebelumnya sudah menyinggung apa itu akad batil dan apa itu akad fasad. Pada tulisan kali ini akan lebih detail bagaimana contoh-contohnya beserta penyebabnya.

Penjelasan ini sifatnya prinsipil, maka beberapa contoh yang saya anggap mewakili. Kasus ini beberapa saya kutip dari hasil kajian yang saya pernah ikuti, dan juga literatur yang saya baca.

Pertama, tentang Akad Bathil.

Al-Buthlan (batil) adalah lawan dari ash-shihah (sah) yaitu ketidak sesuaian dengan asy-Syari (pembuat hukum, Allah ta’ala).

Penyebabnya adalah adanya cacat terhadap pokok akad (zat akad atau tidak terpenuhi salah satu rukun akad dan syarat in’iqad dari akad).

Implikasinya: jika dilakukan berdosa. Sehingga akad wajib difasakh (dibatalkan).

Contoh akad bathil karena zat akad:
1. Dua jenis akad dalam 1 akad (shafqatain fi shafqatin)
2. Riba

Contoh akad bathil karena rukun akad atau syarat in’iqad akad:
1. Syarikah musahamah (Perseroan saham.
2. Bay’ al-Madhamin (sperma yang masih ada didalam sulbi hewan jantan)
3. Bay’ al-Malaqih (janin hewan yang masih dalam perut induknya)
4. Bay’ al-Laban fi adh-Dhar’ (susu yang masih dikambingnya)
5. Jual beli wol yang masih melekat pada bulu domba
6. Bay’ al-Muhaqalah (gandum yang masih dibulirnya)

Kedua, tentang Akad Fasad.

Fasad (rusak) adalah apa saja yang pada asalnya tidak memenuhi ketentuan asy-Syari, tetapi sifatnya tidak terkait dengan pokok (substansi) akad. Fasad tidak ada dalam ibadah. Fasad hanya dalam muamalah.

Penyebabnya: karena cacat terdapat suatu sifat yang ada diluat pokok akad (zat akad atau rukun).

Contohnya:
1. Majhul (ketidakjelasan), contohnya: melakukan jual beli dengan harga seperti harga si fulan tanpa menyebutkan nominal harganya. Fasad terjadi karena ketidakjelasan harga. Jika disebutkan fasad menjadi hilang.
2. Gharar (penyesatan atau penipuan), contohnya: menjual sapi dan menjanjika sapi itu menghasilkan susu sekian liter. Atau menjual domba denhan menjanjikan akan mengandung anak jantan.
3. Ikrah (paksaan), contohnya: seseorang memaksa orang lain, dengan ancaman akan dibunuh, dipenjara, atau dipukul dengan menyakitkan agar menjual mobilnya kepada orang tersebut.

Implikasinya: akad tidak sah dan haram untuk dilakukan karena adanya kekurangan dalam akad. Jika telah terjadi, kedua belah pihak boleh memfasakh (dibatalkan).

Sekian. Wallahu a’lam.

Bagi sahabat yang ingin mendapatkan 1 hari 1 tulisan bisnis syariah dari KBS silakan teruskan tulisan ini kepada sahabat antum atau ajak join di WAG Kajian Bisnis Syariah klik gabung.

Semoga menjadi tabungan amal shalih saya dan antum sebagai wasilahnya. Dan mohon do’anya, semoga saya bisa berbagi dengan istiqamah. Semoga BERKAH.

No Comments

Post a Comment